Aku masih sembunyi dilangit-langit
Tak berani berakar walau waktu kian menjauh
Duniaku masih abu-abu
Tak nampak putih, merah, ataupun hitam
Aku masih kerdil karena nasib yang dibuat sendiri
Masih menjadi monster bagi orang-orang disekelilingku
Hidup, tapi tak hidup
Diam, sampai Tuhan benar-benar mengajarinya hidup
Aku masih saja menjadi domba, bukan pengembala
Setiap angin yang menerpa
Menjadikanku semakin kecil, takut mengenal perubahan
Kenapa dengan diriku Tuhan???….
Langit-langit itu tertawa
Langit-langit itu terkadang mengucilkan
Langit-langit itu terkadang berbisik
“Pergilah! aku bosan mengasuhmu…”
Aku terdiam, terikat karena gertakan itu
Kekuatanku entah dimana
Menghilang, jauh tanpa mau aku raih
Huh, Kenapa dengan diriku, Tuhan???…
Mencair sifat kerasku waktu itu
Terbayang masa depan adalah tugasku
Terbayang jiwa-jiwa renta itu adalah hartaku
Haruskah aku mengabaikan semua itu???…
Diam, hening…
Aku menangis, Tuhan…
Aku bersedih, Tuhan…
Aku bersujud, Tuhan…
Mohon, ajari aku hidup Tuhan…

