Hukum di Negeri ini bak dua mata pisau

January 17, 2010 at 3:03 pm | In Uncategorized | Leave a Comment

Sudah banyak contoh tragis akibat polah para pengasuh negeri ini. Tidak sedikit masyarakat Negeri ini terjerat kasus hukum yang menjadikan mereka penghuni abadi LP (Lembaga Pemasyarakatan) yang sejatinya tetap kendur dari pandangan hukum yang tegas. Baru-baru ini, salah satu stasiun televisi berhasil menyelidiki kehidupan dua sisi korban hukum yang sangat mencengangkan, dimana dua sisi itu adalah perlakuan sekte-sekte LP tersebut terhadap dua kasta yang berbeda yaitu si KAYA dan si MISKIN. Dalam hal pelayanan,  orang-orang berduit itu tetap dimanja bak seorang raja yang sedang bertandang ke kerajaan lainnya, dimana mereka masih memperoleh kemewahan dan penghormatan seperti halnya saat mereka berada di kerajaannya sendiri. Berbeda dengan orang-orang rendahan, mereka tetap terjajah dan memikul penderiataan yang sebenar-benarnya atas apa yang selama ini mereka lakukan. Huh, penomena ini sungguh menghawatirkan. Konon katanya, hukum di Negeri ini bak dua mata pisau yang sangat bertolak belakang. Disisi lain mata pisau bagian bawah sangat tajam sedangkan disisi lainnya yaitu dibagian atas mata pisau itu tumpul tak berfungsi. Lantas, kenapa semua ini bisa terjadi? Karena uangkah? Atau karena factor lain yang sekiranya begitu dominan untuk tetap jaya menjatuhkan citra hukum di Negeri ini?…

Sebagai awam, saya selaku warga negara yang tetap mendambakan kemerdekaan yang sebenar-benarnya dan penegakan hukum yang setegas-tegasnya sangat perihatin terhadap penomena yang tengah menggrogoti citra hukum di Negerinya sendiri. Tengok saja kasus rumit Bank Century, Makelar-makelar Korupsi, dan Lakon-lakon lincah perusak citra hukum lainnya yang sejatinya tetap tegap bersilat lidah menutupi segala kebusukan yang ada pada dirinya dengan tetap berlenggang santai bak orang baik kebanyakan di Negeri ini. Kenapa mereka berani mempermaninkan Hukum yang seharusnya mereka hormati dan mereka segani? Tidak punya nyalikah mereka untuk memproklamirkan kebenaran? Atau mereka tetap bangga dengan sifat pengecut mereka yang selalu nyaman dalam asuhan segudang hartanya? Huh, tobaaat…tobaaat…

Mari bersama-sama kita tegakan hukum yang tengah dinodai ini! Perlihatkan pada mereka, betapa agungnya HUKUM itu jika mampu bangkit dari buaian para konco-konco setan itu. Karena sebenarnya, jika HUKUM itu bertindak dengan porsi yang seharusnya tak usah berbangga hati, tersenyumpun enggan untuk dipamerkan oleh perusak HUKUM itu. Kenapa? Karena HUKUM yang sesungguhnya adalah perangkat kuat milik Negara yang mampu menggetarkan sendi-sendi dalam tubuh para penghianat! Dan HUKUM pulalah yang mampu melepaskan Sang Garuda untuk terbang setinggi-tingginya, mengukir prestasi dan senantiasa dihormati oleh bangsa-bangsa lain yang pada akhirnya kesejahteraan, kemakmuran dan keamananlah serta cita-cita luhur lainnya-lah yang akan tercipta.WASPADALAH !!!…WASPADALAH !!!…

Uang…lagi-lagi uang…

January 5, 2010 at 2:38 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Masa sekarang uang banyak dijadikan suatu ukuran kekuasaan seseorang atau golongan. Dari fungsinya itu, uang banyak merenggangkan persaudaraan, persahabatan, bahkan kekuasaan besarpun mampu dikendarai oleh uang. Banyak contoh yang terjadi akhir-akhir ini karena alat pembayaran tersebut. Masih hangat dalam ingatan kita, dimana uang mampu melumpuhkan kekuasaan besar di Negeri yang sangat besar seperti Indonesia ini, dimana hukum yang seharusnya menjadi sandaran kita sebagai warga negara malah lumpuh bahkan bak sirna entah kemana. Disaat banyak rakyat Negeri ini tengah mengemis meminta haknya untuk memperoleh keadilan yang seharusnya mereka dapatkan. Contoh lain dari semua ini yaitu uang mampu mengkotak-kotakan sekte atau golongan dimana orang atau golongan yang lemah tanpa perlindungan uang bak sampah yang keberadaanya dipandang sebelah mata bahkan dikesampingkan. Huh, Uang…lagi-lagi uang…

I get it…

December 20, 2009 at 3:00 am | In Uncategorized | Leave a Comment

used to, when I knew the real who I was…many things I reached to change everything I did. Really, three months gave me many special things I got before. I could see what a beautiful the way I took!…Lord, Here I do appreciate many things…..

Hamba

December 20, 2009 at 2:46 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Luasnya langit tak mampu menampung perih dijiwa

Luangnya waktu tak cukup mengemban derita sukma

Kemana harus beta titipkan penat ini?

Jawaban indah, tak mampu lagi hamba raih… Continue reading Hamba…

Manusia?

November 15, 2009 at 12:47 pm | In Uncategorized | Leave a Comment

Dalam hidupnya manusia tidak akan pernah merasakan kepuasaan dalam segala aspek sosialnya. Entah kenapa itu terjadi? yang jelas seperti itulah fenomenanya.Dari sekian banyak karakter yang ada, sifat rakuslah yang kiranya kerasan bersemayam dalam pribadi manusia.Banyak contoh yang bisa kita ambil dalam kehidupan ini, diantaranya sering kali mereka berteriak dikala haknya tidak sampai padanya. Sebenarnya itu wajar-wajar saja, karena seperti itulah karakter manusia sesungguhnya.Mereka akan terdiam, disaat hak yang seharunya menjadi hak orang lain lekas sampai padanya.Huuuh,,,Manusia memang gila!!

But those all are not same, right?…..

Ada Cerita dari Sang Melan

October 26, 2009 at 6:55 am | In Uncategorized | 1 Comment

Awalnya langit begitu gelap, cahaya surgapun enggan untuk berbagi sapa dengan sang Melan. Kesehariannya, dihiasi rasa takut dan trauma yang mendalam.Namun, saat batang usianya sudah mulai bercabang, sang Melan termenung, berusaha untuk berbenah diri. Masih jelas dibenaknya, masa kanak-kanak yang kurang indah, ditambah lagi berbagai cacian dan sindiran dari orang-orang yang waktu itu tidaklah bersahabat. Continue reading Ada Cerita dari Sang Melan…

Untukmu, Ratna Juwita

October 26, 2009 at 6:52 am | In Uncategorized | 3 Comments

Kini, kau tengah dijemput…teman

Cerita dulu, merenda menjadi sejarah

Kau akan pergi ketempat yang jauh sekali

Dimana hanya ada dua hunian abadi

Teman, masih teringat ceria bebasmu sore itu

Disaat hujan semakin mendekatkan kita

Kulihat lukisan cinta diwajahmu

Diwajah cantik bertahta dua lesung dipipimu

Tuhan, bersama karya dan baktinya …

Izinkan dia menjadi penghuni syurgamu

Dalam tidur panjangnya…

ceriakan dia…manjakan dia…

Kini, kau akan tetap dikenang

Kebersamaan yang kita raih dari masa

akan tetap hidup, walau jasadmu tengah menyatu dengan tanah…

Selamat jalan teman !…

Kebahagiaan sejati tengah menantimu

Untukmu, Ratna Juwita

…was born

October 25, 2009 at 11:25 am | In Uncategorized | 1 Comment

…was born as a common person made me knew that how a long this life! Really, I have been looking for a value of thing, especially for my future. Lord…I wish I had not wanted to feel the failure. If I  remember the last times. I felt that I was nothing. Now after all of things were solved by me I have already known that my life must go on…I’d like to say thanks for my close people, especially, my parents, my lecturers, and my friends. Guys, without you all I am nothing. Friends, do you know ? Used to, many people got me to do what they want, If I had not done their asking, I would not had a few friends, they always hiss me by saying…,…,…,Lord I am so sad what should I do to face that? Basically, I dislike being alone………Whatever, I don’t care about that.

Malaysia VS Indonesia

September 12, 2009 at 5:08 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Masih teringat dibenak kita saat Negara serumpun, Malaysia mengklaim beberapa Aset Indonesia yang tidak lain adalah bagian terpenting buat negara kita,Indonesia.Tidak lama setelah pengklaiman itu, Negara yang mengaku negara serumpun itu kembali membuat ulah dengan mengklaim beberapa aset lainnya,diantaranya Tari Pendet yang kita kenal sebagai Tarian khas dari Bali,Pulau Jemur bahkan Lagu-lagu asli Indonesia yang sejatinya lahir di negeri berlambang garuda ini,seperti Terang bulan yang liriknya dijadikan sebagai lirik kebangsaannya NEGARAKU, huuuh sungguh jangan dibiarkan, belum lagi liriknya seniman kenamaan Negeri ini Saykoji yang juga di copy olehnya.Lantas, apakah maksud dari semua pengklaiman itu semua?

Continue reading Malaysia VS Indonesia…

BEC-ku kenapa kau begitu?…

August 12, 2009 at 2:01 pm | In Uncategorized | 1 Comment
APIEP

APIEP

Selepas Aliyah tahun 2006 silam, saya disibukan dengan berbagai aktifitas yang sejatinya adalah sampah bagi saya. Terlalu naïf saya menilai semua kesempatan yang dihadiahkan Allah SWT kepada saya, terlalu lambat saya menilai semua hal itu dan terlalu pesimis saya menghadapi semuanya. Kini, yang ada hanyalah penyesalan yang sejatinya tak penting untuk di pebincangkan. Namun saya yakin, dari semuanya itu ada hikmah yang luar biasa buat saya. Memasuki tahun pertama selepas kelulusan itu, saya mengabdikan diri untuk berbagi ilmu di suatu sekolah, guna mengajar anak-anak yang terbilang masih polos  dan menyenangkan. Disana, saya memperoleh babak baru dalam kehidupan saya, dimana saya dituntut untuk menjadi tauladan bagi mereka. “duh…senangnya hati ini”.

Namun, semua itu harus segera berakhir karena sang pengembara harus terus maju untuk mencoba hal-hal baru yang dulu pernah diabaikannya. Tepat di bulan juni 2008, selembar kertas lusuh berwarna hijau sampai ketangan saya, kertas istimewa yang berisikan BEC, yang memaksa saya untuk tidak jatuh kelubang yang sama dan terus maju meraih semua mimpi yang dulu sempat tertunda.

Dengan ke optimisan dan restu dari kedua orang tua, tepat di tanggal 30 juni 2008 saya mendaftarkan diri untuk menjadi calon mahasiswa di kampus yang tertera di formulir tersebut. Ditemani oleh sang kakak, saya bertandang ke kota bogor guna mendaftar ke kampus tercinta, BEC. Banyak pengalaman yang saya rasakan sewaktu bertandang untuk pertama kalinya ke kota bogor ini. Diantaranya nyasar sampai ke cikeas dan sempat di omelin sesampainya di kampus yang dituju oleh orang berperawakan tinggi, beroman sedikit jutek, dan bersikap seakan-akan tidak bersahabat. Dia adalah orang yang terus bersiaga di depan gerbang kampus yang sekarang kita kenal bernama bapak Alvin, “pak maaf ya…..,”.

Belum sampai disitu perjuangan saya. Kenapa? Karena setelah terdaftar sebagai calon mahasiswa, saya harus mengikuti beberapa test yang tentunya adalah salah satu persyaratan yang wajib saya tempuh. Diantaranya test tertulis pada tanggal 05 juli 2008, survey yang tanggalnya saya lupa, dan interview 11 Agustus 2008.

Dari serentetan test yang disuguhkan pihak BEC tersebut. Test interview lah yang tidak akan pernah saya lupakan. Kenapa ? karena untuk pertama kalinya lah saya meneteskan air mata kebahagian Karena orang tua yang menjadi wali saya ikut serta dalam memperjuangkan saya agar bisa di terima.”terima kasih ya pak dukunganmu adalah semangat buat anakmu ini, Hik….Hik….Hik….”.

Setelah mengikuti berbagai tahapan test tersebut,akhirnya saya dinyatakan LULUS dan diterima menjadi salah satu mahasiswa di BEC ini. Sebelum mengikuti masa perkuliahan, saya harus mengikuti masa-masa terindah sekaligus menyebalkan. Kenapa? Karena saya harus berdandan layaknya orang “GILA” oleh para senior yang kita kenal sebagai masa-masa perkenalan atau MOM di BEC ini, yaitu terhitung dari tanggal 25 sampai 27 Agustus 2008. Namun dari semua itu, ada kepuasan tersendiri buat saya dikala mengenangnya.

Setelah semuanya terlewati masa-masa perkuliahan pun dimulai, dimana suka duka pun senantiasa menemani hari-hari saya di BEC ini. Apalagi saat-saat yang menegangkan itu datang dimana selalu ada korban yang bejatuhan karena DO yang sejatinya sulit untuk di elakkan. “Huh…, BEC-ku kenapa kau  begitu?”. Namun, dari semuanya itu, Bogor EduCARE-lah  yang terbaik buat saya.”really,I would like to love you for good”.

Next Page »

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.